Minggu, 25 Januari 2015

Fenomena Helokiti

Ada sebagian orang yang berjuang mempertahankan sebuah mahligai pernikahan. Dan ada sebagian diantaranya sedang mengancurkan dinding dibagian lainnya. Banyak diantara orang yang bertahan, karna banyak alasan. Dan banyak juga orang yang memiliki alasan untuk melepaskan.
Pernikahan tidak dapat berdiri kokoh. Bila hanya satu yang menopang. Butuh kekuatan dari keduanya. Untuk menghasilkan pernikahan yang sakinnah, mawaddah, dan warahmah hingga ke Jannah.
Namun sangat disayangkan, ada sebagian orang yang terjerumus dalam kemaksiatan. Ada yang memiliki PIL atau WIL.
Ada yang sedang mengurus proses cerai karena punya helokiti dikantor.
Dia merasa istrinya yang sudah 10tahun, bahkan ada yang baru menikah 2/3tahun mendampingi sudah sangat membosankan. Terlalu pendiam dan kurang agresif. Padahal si istri cantik sekali. Sedang wil nya biasa2 aja tapi agresif dan pastinya genit. Ya iyalah...kalau ga genit masa mau pacaran sama suami orang :)
Ada juga yg istrinya selingkuh karena suaminya kurang perhatian. Nafkah terasa kurang. Istri masih cantik bin seksi. Tapi dapat suami kok tidak sekaya dulu. Tidak seromantis dulu.
Sedangkan diluar sana banyak cowok cakep bin kaya bertebaran memberi janji2 surga.

Ada suami yang selingkuh karena body si istri membengkak setelah menikah dan melahirkan. Sedang diluar sana banyak gadis2 bertubuh aduhai senyam senyum menarik simpati setiap lelaki. Padahal mereka pacaran sebelum nikah dan bertahun tahun.

Ada yang karena suami selingkuh akhirnya membalas dengan selingkuh juga. Akhirnya anak yang menjadi korban.

Ada yang ketika awal nikah merangkak dari bawah. Kemana - mana pakai sepeda kayuh berdua.
Saling memberi ungkapan mesra.
Berjanji sehidup semati. Tapi ketika kekayaan itu datang menyapa yang ada cuma pertengkaran demi pertengkaran. Rumah terasa menyebalkan. Keluarga terasa sangat membosankan. Dan orang lain terasa sangat menyenangkan.

Ini semua adalah kisah NYATA.

Dan mungkin juga merupakan kisah disekitar kita. Usia pernikahan tidak menjamin semakin solidnya sebuah rumah tangga. Karena manusia itu selalu berubah. Setiap saat setiap waktu. Bertemu dengan orang yg sama waktu demi waktu, tahun demi tahun bisa menimbulkan kebosanan.
Dan itu yang harus dilawan.  Ketika sudah demikian balik lagi ke TUJUAN awal menikah. Luruskan NIAT, dan kuatkan diri dengan menundukan pandangan dan hati. Ingat MALU sama Allah, dan takut akan AZABnya. Kenikmatan selingkuh, hanya sementara. Nikmatnya hanya beberapa menit, tapi dosanya ga terbayar dengan uang yang ada didompet. Hanya bisa dibayar dengan pertaubatan. Dan apa yakin sebelum taubat, kita masih dikasih waktu ? Masih ada sisa napas di dada ?

Setiap pasangan harus saling berkomitmen. Karena cinta itu rapuh.
Pasangan harus saling mengingatkan dan menunjukan jalan.
Saling menjaga, Saling mengisi.
Harus punya visi misi dan tujuan yang sama. Dan juga harus saling mendoakan.

Jangan biarkan iblis dan pasukannya bergembira dengan runtuhnya keluarga. Bila bukan kita yang berusaha, siapa lagi? Pertahankan sebisa mungkin, dan serahkan segalanya kepada Allah Azza Wa Jalla. Manusia pandai merancang segala harapan, namun Allah jua yang menentukan.

#SelfReminder
Bismillah... Lakukan bagianmu. Allah lakukan bagianNya. :)
Yakin. Takdir Allah pasti Baik. :)

Sumber : @Likeislam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar